top of page

Gimana Sih Cara Nabung?

Updated: Oct 3, 2025




Bink-benk-bank, yok,

kita ke bank

Bang-bing-bung, yok,

kita nabung

Tang-ting-tung, hei,

jangan dihitung

Tahu-tahu kita nanti dapat untung


"Menabung", Titiek Puspa (1)




Lagu anak yang populer di era 90-an ini secara tidak langsung menyampaikan pesan penting tentang membangun kebiasaan menabung dengan cara yang sederhana. Pesan itu terasa relevan hingga sekarang, apalagi di zaman ini di mana banyak dari kita justru merasa kesulitan untuk menabung. Lucunya, penyebabnya justru sesederhana belum mampu mengelola keuangan dengan baik. Tidak jarang, pengeluaran yang kurang penting tetap dilakukan dengan embel-embel “self-reward”, “hidup cuma sekali”, atau sebagai cara untuk mengurangi atau melepaskan stres. Namun, di sisi lain, banyak juga dari kita yang sadar akan pentingnya menabung — baik untuk travelling, maupun untuk kesenangan lainnya di masa mendatang. Pada akhirnya, di masa kini, menabung umumnya berkaitan erat dengan keperluan senang-senang juga, sih.


Nah, terlepas dari tujuan menabung, kita sebenarnya bisa mulai dengan cara dasar, yang paling basic, yaitu mengontrol pemasukan dan pengeluaran kita. Langkah pertama bisa dimulai dengan membuat daftar anggaran pengeluaran selama sebulan. Kuncinya ada di kata "prioritas".


Prioritaskan dulu pengeluaran tetap, misalnya bayar sewa kos, beli paket internet, bayar listrik, dan keperluan mendasar sejenisnya. Saat membuat daftar ini, tidak perlu memiliki keahlian Excel yang mendalam atau membuat laporan keuangan yang kompleks; aplikasi catatan sederhana di smartphone sudah sangat membantu. Bahkan, jika ingin lebih rinci, ada banyak pilihan aplikasi pencatat keuangan yang bisa diunduh, sehingga kita bisa dengan mudah memantau pengeluaran harian atau bulanan. Selalu mencatat pengeluaran, sekecil apa pun, bisa menjadi dasar untuk membangun disiplin keuangan. Dari situ, kita bisa melihat dan memantau langsung seberapa besar pengeluaran kita. Kalau pengeluaran sudah terlalu banyak, bahkan melebihi setengah dari pemasukan, saatnya mulai mengontrol dan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.



Yuk, mulai dari kebiasaan kecil! Misalnya yang tadinya sering tergoda membeli barang-barang lucu, coba dikurangi dulu. Kalau biasanya kita beli es kopi susu seharga Rp 50.000 per gelas, mungkin bisa mulai diganti dengan membuat sendiri di rumah. Atau, kalau sebelumnya sering memakai jasa ojol untuk jarak dekat, coba mulai naik transportasi umum atau bahkan jalan kaki — sekalian olahraga juga, kan? Ganti saja jadi self-reward sekali sebulan atau bahkan sekali setahun. Lewat kebiasaan kecil seperti ini, pengeluaran yang tadinya cukup besar bisa pelan-pelan dialihin ke tabungan. Lama-lama jadi kebiasaan baik buat keuangan kita, deh. Persis seperti lagu ciptaan alm. Titiek Puspa di atas. Perlu diingatkan, menabung tidak harus selalu dalam jumlah besar, tapi yang penting rutin. 


Salah satu cara yang efektif yang sudah saya sendiri lakukan adalah dengan memisahkan rekening: satu khusus untuk keperluan sehari-hari, dan satu lagi khusus untuk tabungan. Menurut saya, ini sangat membantu dalam memisahkan antara dana pengeluaran dan dana yang memang sengaja disisihkan untuk tabungan. Hal ini penting demi mengurangi risiko menggunakan uang tabungan secara asal.


Menabung juga tidak harus selalu di bank, kok! Tersedia cara lain, seperti menabung di reksadana atau saham. Cara ini bisa membantu kita lebih disiplin, karena ada komitmen penuh untuk tidak sembarangan memakai uang tersebut untuk hal-hal yang kurang penting. Apalagi, sekarang sudah banyak aplikasi yang memudahkan kita untuk mulai berinvestasi, sehingga menabung pun menjadi lebih fleksibel, terjangkau, dan mudah.


Sebenarnya, self reward itu tidak masalah asal tidak terlalu sering. Kita harus pintar-pintar membedakan mana yang memang patut dijadikan self reward dan mana yang hanya keinginan sesaat atau boros. Dengan menabung, sebenarnya kita juga pelan-pelan belajar disiplin terhadap diri sendiri sekaligus mengatur keuangan dengan lebih baik. Ingat, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan, ya! :)

-R




 
 
 

Comments


Simpul Group Creative Communication Agency Logo

CONTACT

Jakarta, Indonesia

INSTAGRAM

LINKEDIN

© 2017 by Simpul Group

bottom of page