Kenali Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan

Di masa pandemi yang terus berlanjut, jumlah orang yang kehilangan pekerjaan kerap meningkat. Lulusan baru perguruan tinggi yang berbondong-bondong mencari pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka juga menjadi incaran. Bagi mereka, pekerjaan menjadi hal yang selalu hangat diperbincangkan saat ingin merintis karier yang diimpikan, karena itu adalah impian setiap orang. Kondisi yang terjadi di lapangan saat ini banyaknya jumlah lulusan tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang tersedia, akhirnya ragam penipuan untuk menjerat korban berkedok lowongan pekerjaan pun semakin menjamur.


Seiring berkembangnya teknologi di Indonesia, upaya penipuan dalam bentuk rekrutmen online yang mengaku sebagai perusahaan-perusahaan ternama pun semakin marak. Dalam upayanya, pihak penipu biasanya meminta sejumlah uang dengan alasan keperluan dalam proses lamaran pekerjaan. Sungguh miris, apalagi mengingat banyaknya orang yang masih saja tertipu akibat tidak selektif dan berhati-hati dalam memilih lowongan pekerjaan.


Setiap orang pun harus lebih waspada karena biasanya seseorang yang sedang aktif mencari pekerjaan sangatlah gelap mata sehingga tidak menyadari adanya modus penipuan di balik lowongan pekerjaan. Kamu sebagai job seeker perlu tahu apa saja yang harus diperhatikan saat mencari pekerjaan secara online, termasuk ciri-ciri penipuan berkedok lowongan pekerjaan.


Salah satu langkah awal yang dapat kamu lakukan untuk menguji kebenaran informasi terkait perusahaan adalah melalui situs Ditjen AHU Online. Melalui situs ini, kamu dapat memasukkan nama perusahaan untuk mengecek apakah perusahaan tersebut valid atau tidak. Ditambah lagi akan tertera juga seluruh informasi terkait perusahaan tersebut seperti alamat kantor dan profil terakhir perusahaan. Apabila tidak terdaftar, harap waspada.



Kamu juga dapat mengecek situs resmi dari perusahaan yang akan kamu pilih. Pastikan situs tersebut benar dan resmi milik perusahaan. Perlu diingat bahwa perusahaan besar dan sejenisnya tidak akan meminta imbalan uang atau sejenisnya. Hal ini tidak dibenarkan sebab perusahaan yang meminta imbalan pada tahap awal proses rekrutmen sudah dipastikan menipu untuk kepentingan sendiri. Pastikan bahwa tidak ada perusahaan manapun yang melibatkan dana ketika kamu melamar pekerjaan.


Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan saat melihat lowongan pekerjaan.


Menggunakan nama perusahaan besar

Penggunaan nama perusahaan ini sangat sensitif terlebih karena banyaknya para pencari kerja hanya berfokus pada perusahaan yang sudah banyak dikenal oleh banyak orang atau sama dengan kualifikasi pendidikan dan jurusan yang sama. Kasus penipuan yang banyak terjadi, dari pengamatan dan pengalaman sendiri, biasanya mengatasnamakan diri sebagai perusahan besar seperti Bulog, PT. Nippon Indosari (Sari Roti), PT. KAI, PT. Kojima Autoparts Indonesia, dan lainnya.

Menggunakan alamat email palsu

Kredibilitas sebuah perusahaan biasanya dapat dilihat dari alamat email yang digunakan. Seringnya perusahaan menggunakan domain khusus, bukan domain umum gratisan seperti Gmail, Yahoo, Outlook, dan banyak lainnya, yang dibuat seolah-olah menyerupai alamat email asli perusahaan.



Situs yang digunakan

Agar terlihat lebih kredibel dan terpercaya, oknum tersebut juga mempunyai situs web yang dibuat menyerupai situs perusahaan. Namun, domain yang digunakan biasanya berbeda dan memanfaatkan layanan gratis seperti Blogspot, Wordpress, dan lainnya. Untuk memastikan apakah situs tersebut benar atau tidak, kamu dapat cek URL-nya. Situs yang menggunakan enkripsi HTTPS cenderung lebih sah dan aman terpercaya dibanding dengan enkripsi HTTP. Selain itu, kamu juga dapat melihat tanda gembok di sebelah kiri alamat URL suatu situs. Bila kamu klik tanda gembok tersebut dan melihat keterangan “secure connection”, maka situs tersebut dinyatakan aman.


Alamat perusahaan yang berbeda

Perlu kita ketahui sebaiknya dalam mendapatkan informasi penerimaan pekerjaan kita harus selektif dalam mencari tahu mengenai alamat yang diberikan oleh para oknum penipu ini. Sebab pada banyak kasus, alamat yang digunakan bukan ditujukan di perusahaan melainkan di sebuah toko, ruko, yang lokasinya berada di luar perusahaan.

Nama penanggung jawab perusahaan

Nama yang digunakan sebagai penanggung jawab perusahaan cenderung bukan pegawai dari perusahaan yang bersangkutan, melainkan nama samaran agar dapat mengelabui para pencari kerja apabila menerima pesan via SMS, WhatsApp, dan lainnya. Sebaiknya kamu cek nama dan nomor penanggung jawab yang terlampir melalui internet seperti media sosial LinkedIn. Caranya gampang, coba cari profil LinkedIn dari nama yang tercantum. Jika tidak ditemukan, maka kamu bisa mulai waspada.

Pengumuman penerimaan melalui SMS, telepon, atau WhatsApp

Mengingat saat ini semakin jarang perusahaan yang memberitahukan pengumuman penerimaan melalui SMS, telepon, ataupun WhatsApp, pengumuman penerimaan melalui email menjadi salah satu penanda validitas sebuah perusahaan karena lebih formal dan resmi. Apabila kamu menerima pesan singkat ataupun WhatsApp, coba meminta konfirmasi via email yang menyatakan bahwa kamu diterima dan diminta untuk datang, pastikan semua yang diinfokan itu benar dan valid. (Pastikan setelah menerima email kamu melakukan pengecekan alamat email seperti di poin-poin sebelumnya ya).

Lokasi tes jauh dari lokasi perusahaan

Lokasi pelaksanaan tes juga perlu diperhatikan. Selain jarak antara rumah dan lokasi tes, apabila jarak antara kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya tampak meragukan, lebih baik mundur. Misalnya, salah satu contoh yang pernah terjadi, informasi penerimaan dari PERUM Bulog dengan iming-iming penggantian biaya akomodasi pesawat dan penginapan apabila pelamar diterima atau tidak, perlu diwaspadai ya.

Langsung diterima kerja tanpa tes dan wawancara

Jarang sekali atau bahkan tidak ada lowongan pekerjaan yang tidak melalui proses tes dan/atau wawancara. Tujuan adanya tahap tersebut adalah untuk mengukur dan menilai apakah kamu sebagai job seeker dapat memberikan kontribusi yang signifikan kepada perusahaan.

Meminta sejumlah uang di awal

Oknum penipu akan selalu meminta kamu untuk membayar sejumlah uang di awal dengan berbagai macam alasan bodong. Sebagai pelamar kerja, kamu perlu berhati-hati karena banyak sekali upaya penipuan yang meminta sejumlah uang dengan alasan untuk kepentingan awal pelamar seperti pembelian seragam, keperluan pelamar, dan lainnya.


Untuk pemahaman informasi lowongan kerja yang lebih luas lagi, coba perhatikan contoh berikut.

Sumber: @perum.bulog


  • Kop surat yang mencurigakan

  • Alamat dan nomor telepon

  • Nomor surat dan tanggal






  • Hari, tanggal, dan tempat tes

  • Hanya pemesan tiket yang dihubungi






  • Nama Direktorat menggunakan nama panitia rekrutmen

  • Cap stempel surat yang mencurigakan





Setelah mengenali ciri-ciri lowongan bodong, diharapkan kamu sebagai job seeker lebih jeli. Dengan banyaknya kasus dari beberapa laporan penipuan lowongan, mari kita lihat salah satu berita kasus penipuan rekrutmen yang membawa nama Bank Negara Indonesia (BNI)(1) sebagai contoh. Agar terhindar dari penipuan lowongan pekerjaan, berikut tips-tips yang perlu kamu catat dan ikuti.

  1. Baca dengan teliti informasi terkait lowongan pekerjaan;

  2. Cek setiap domain email yang diterima;

  3. Jangan mudah percaya;

  4. Selalu mengikuti proses rekrutmen melalui kanal resmi perusahaan;

  5. Mencari beberapa informasi terkait perusahaan seperti alamat, nomor resmi perusahaan, HRD, dan lainnya;

  6. Konfirmasi langsung ke perusahaan;

  7. Jangan mudah tergiur dengan gaji besar.

Dengan menerapkan tips-tips tersebut, niscaya kita tidak hanya menjadi pencari kerja yang cerdas, tapi juga karyawan bermanfaat nantinya. -ALG



(1) ‘Polisi Bongkar Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai BNI, Begini Modusnya’, JPNN.com, https://www.jpnn.com/news/polisi-bongkar-kasus-penipuan-rekrutmen-pegawai-bni-begini-modusnya, [diakses tanggal 31 Mei 2021].

141 views6 comments

Recent Posts

See All