top of page

Memimpin Sampai Tuntas


Tentang Buku


Perkenalkan, si pemulung itu adalah saya, Heru Prasetyo. Sarjana generasi kedua dari keluarga priyayi Jawa yang hidup di desa, dan miskin. Ayah saya seorang petani lulusan Institut Pertanian Bogor yang jatuh cinta pada Republik hingga akhir hayatnya, 1988.


Saya mewarisi janji ayah untuk mengabdi sepanjang hayat kepada Republik lewat jalan yang lebih berliku. Menyisir beraneka ilmu, cita, karya, dan lalu memutuskan menjadi pemulung dari substansi serta “sampah” manajemen yang saya lalui, yang saya pikir bisa didaur-ulang menjadi hal bermakna sesuai relevansi.


Semoga berguna, bahkan setelah gerbang hidup-mati terlalui. Bukan hanya untuk satu-dua generasi. Ya, itu amanah ayah yang dibisikkannya ke telinga saya, bayi seribu hari setelah Proklamasi.


Para pemimpi yang kausnya belepotan lumpur tadi menjuluki dirinya sebagai kelompok “Pemimpin.id”. Dimasinisi oleh Dharmaji Suradika, Pemimpin.id adalah sekelompok pemimpi yang ingin berbagi mimpi-mimpi berdasarkan atensi mereka terhadap kondisi Republik.


Ungkap mereka, “Dalam mimpi-mimpi, kami tidak punya kata sia-sia. Keyakinan kami penuh sungguh untuk meneruskan mimpi-mimpi bagi bangsa. Seluas- luasnya. Kami akan melakukan aksi nyata hingga mimpi itu terwujud.”


Malam demi malam ngariung ‘berkumpul’ antara seorang pemulung dan para pemimpi adalah sesuatu yang memantik saya menulis buku ini. Yang saya lakukan tiada lebih dari mencoba memaknai hasil pulungan-pulungan masa lampau, menimbang relevansinya pada masa kini, serta kemudian membangun noktah- noktah untuk dikembangkan lagi pada masa mendatang.


Adalah tidak mudah menulis diskusi di depan api unggun tentang pengalaman dan cita-cita yang saling deras mengisi. Modusnya kami bikin agar lebih kekinian, misalnya dengan menerapkan istilah “pembicara” dan “panelis” selazimnya di zaman zoom meeting ini.


Kini, mari kita mulai trip mewujudkan mimpi bersama saya dan para pemimpi. Segebok pulungan berupa untai demi untai peristiwa yang pernah mengisi kelana masa lalu kami sedang coba dimaknai ulang: sebuah ikhtiar membangun pengalaman beserta cita-cita kami ini hari hingga esok kelak.


Berfaedahkah itu semua? Kami persilakan Anda-Anda yang menjadi jurinya.


Tentang Penulis


Selama hampir tiga dekade berkarier di dunia konsultansi—dari SGV Utomo hingga menjabat sebagai Country Managing Director Accenture Indonesia—Heru Prasetyo menutup bab karier korporasinya dengan satu tekad: mewujudkan idealisme untuk Indonesia yang lebih baik. Ia percaya bahwa pengalaman profesional hanya bermakna ketika diiringi dengan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemanusiaan.


Sejak tahun 1999, Heru aktif membangun ekosistem bisnis dan tata kelola yang beretika. Ia menjadi anggota pendiri Indonesia Business Links (IBL) untuk memperkuat CSR dan daya saing UMKM, serta duduk di Dewan Kemitraan untuk Reformasi Tata Pemerintahan (Partnership for Governance Reform). Sejak 2004, ia juga menjadi anggota School Advisory Council di School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).


Pasca tsunami Aceh dan Nias tahun 2005, Heru menjawab panggilan kemanusiaan dengan bergabung di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh–Nias (BRR) sebagai Direktur Hubungan Internasional. Ia mengoordinasikan dukungan dari lebih dari 420 NGO internasional dan lembaga donor, serta memastikan penyaluran dana sebesar US$6,7 miliar untuk membangun lebih dari 140.000 rumah, 1.700 sekolah, 360 jembatan, dan 13 bandara. Perannya menjembatani kerja sama global membawa nama Indonesia ke forum internasional, dari Markas Besar PBB di New York dan Jenewa hingga konferensi di Berlin, Bangkok, dan Manila.


Pada 2009, Heru dipercaya menjadi Deputi I Bidang Perencanaan dan Hubungan Internasional di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), dan berlanjut menjadi Kepala Badan Pengelola REDD+ Nasional sejak 2013. Di sana ia memimpin kemitraan global untuk mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan dan sumber daya alam, sekaligus menjabat sebagai Ketua REDD+ Partnership dunia. Ia juga menjadi Sekretaris Komite Nasional Agenda Pembangunan Pasca-2015, memperkuat posisi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan global.


Lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (1974) dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Filipina (1978) ini dikenal bukan hanya sebagai birokrat dan profesional, tapi juga sebagai jembatan antara dunia bisnis, pemerintahan, dan kemanusiaan.


Bagi Heru, setiap jabatan adalah amanah. Ia melihat karier bukan semata jalan mencari pencapaian pribadi, tapi panggilan untuk memberi dampak nyata—membangun sistem yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada manusia.


Penerbit:

PT Simpul Aksara Grup


Ukuran buku:

14,5 x 21 cm


Jumlah Halaman:

394 halaman


Harga Jual Buku:

Rp275.000



 
 
 

Comments


Simpul Group Creative Communication Agency Logo

CONTACT

Jakarta, Indonesia

INSTAGRAM

LINKEDIN

© 2017 by Simpul Group

bottom of page