top of page

Yang Tak Pernah Dipamerkan



ree

Sedang di ruang tunggu,

ruang penantian.


Lahir semalam.

Tangannya lembut,

matanya bersinar

hatinya hangat,

saat merangkai keberadaanku.


Selalu berdebar kuat

ketika ia melihatku dalam.


Lalu seketika redup sinar matanya.

Memelukku erat,

lalu menyembunyikanku lagi.




ree

Tidak, tidak sendiri.

Bersama yang lain,

yang pula ia cintai,

dan pantas dunia lihat.


Bersama yang lain,

dengar pula bisikan-bisikan malamnya,


belum...

siapa gerangan kau? sudah merasa pantas?


Yang lain tidak marah,

aku pun tak marah,

sebab tahu ia mencintaiku.

Hanya saja ia belum mencintai dirinya sendiri.



ree

Sedang di ruang tunggu,

ruang penantian.


Menunggu bilamana ia sadar,

aku tidak perlu sempurna untuk bermakna.

Hanya perlu dibiarkan hidup.


Dari aku,

Karya Terpendam-nya,

Yang Tak Pernah Dipamerkan


-BP

 
 
 

Comments


Simpul Group Creative Communication Agency Logo

CONTACT

Jakarta, Indonesia

INSTAGRAM

LINKEDIN

© 2017 by Simpul Group

bottom of page