Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul
- Simpul Writers
- Jul 13
- 3 min read

Pangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Setiap hari kita makan, tapi seberapa jauh kita benar-benar mengenal apa yang ada di piring kita? Mengapa apa yang kita makan sangat menentukan siapa diri kita? Kita adalah apa yang kita makan.
Di balik setiap butir beras yang kita konsumsi, telur yang kita makan, susu yang kita minum, atau daging yang tersaji di piring, tersimpan kisah panjang: tentang sejarah, budaya, perdagangan dunia, dan perjuangan bangsa Indonesia membangun kedaulatan pangannya. Buku ini menyajikan narasi dan data yang akan mengajak kita menengok masa lalu, mendefinisikan masa kini, dan menentukan arah masa depan.
Lewat sembilan pangan utama Nusantara, yakni beras, gandum, kedelai, gula, daging, ayam, ikan, telur, dan susu, buku ini menelusuri perjalanan pangan kita: dari sejarah yang membuka mata, tantangan hari ini, hingga visi besar menuju Indonesia berdaulat pangan di masa depan. Karena pangan tidak pernah sekadar urusan perut. Ia adalah fondasi kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan masa depan kita sebagai bangsa.
Kabar baiknya, masa depan itu sedang kita bangun hari ini, dimulai dari piring makan kita sendiri. Bangsa ini sedang memastikan kedaulatan pangannya, agar setiap orang mendapatkan makanan terbaik dan gizi yang cukup. Sebab dari piring yang sehat, lahir manusia yang unggul. Dan dari manusia yang unggul, tumbuh bangsa yang besar, Indonesia maju dan berdaulat.
Tentang Penulis
Dirgayuza Setiawan
Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan
Dirgayuza Setiawan adalah Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, ia bertugas membantu penyiapan data, penyusunan pidato kenegaraan, serta penguatan strategi komunikasi pemerintahan.
Pengalamannya di sektor pangan telah terbangun selama bertahun-tahun. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Strategi, Aset, dan Manajemen Risiko PT Rajawali Nusantara Indonesia/ID FOOD (2023–2024), holding BUMN pangan yang mengelola berbagai komoditas strategis. Sebelumnya, ia berkiprah di PT Agro Industri Nasional (2020–2022) dan menjadi Tenaga Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (2021–2022).
Lulusan University of Melbourne dan University of Oxford dengan beasiswa Jardine Matheson ini juga pernah menjadi konsultan di McKinsey & Company Indonesia. Selain aktif menulis lebih dari sepuluh buku, ia turut menjadi editor sejumlah karya Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman lintas kebijakan, industri, dan komunikasi inilah, ia turut memastikan bahwa agenda besar ketahanan pangan Indonesia dikomunikasikan secara tepat, kuat, dan berdampak, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.
Zulkifli Hasan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Bang Zul, adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dilantik pada 21 Oktober 2024, ia memimpin kementerian koordinator yang bertugas memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui sinergi enam kementerian dan lembaga strategis, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, dan Badan Gizi Nasional. Termasuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan kesinambungan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Target swasembada yang ia canangkan mencakup berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, dan protein.
Sebelumnya, ia menjabat Menteri Perdagangan RI (2022–2024), dengan fokus pada penguatan rantai pasok, stabilitas harga, dan distribusi pangan, serta Menteri Kehutanan RI (2009–2014) yang melahirkan berbagai kebijakan penting, seperti Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon dan Moratorium Izin Pemanfaatan Hutan. Ia juga pernah menjabat Ketua MPR RI (2014–2019) dan Wakil Ketua MPR RI (2019–2022).
Lahir dan dibesarkan di keluarga petani di Lampung, Zulkifli Hasan memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan petani, nelayan, dan ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Kini, dengan jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, ia berdiri di garis terdepan dalam upaya Indonesia mewujudkan kedaulatan pangan yang sesungguhnya.
Penerbit:
PT Simpul Aksara Grup
Ukuran buku:
24 x 29,8 cm
Jumlah Halaman:
248 halaman
Harga Jual Buku:
Rp500.000




Comments